Senin, 02 Februari 2015

[Book Review #20] Just Listen by Sarah Dessen


 

Penerbit : Wortel Books Publishing
Halaman :385 halaman
Rating : 5/5 stars

Synopsis

Annabel adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan. Ketiga saudara ini menggeluti dunia modeling sejak usia dini. Kakak pertamanya Kristin memiliki karakter yang ceria dan rame, bertolak belakang dengan Whitney kakak keduanya yang lebih diam dan tertutup. Whitney digambarkan yang paling "model" secara fisik, tubuh paling langsing dan tinggi serta wajah yang paling memesona.

Annabel memiliki sahabat yaitu Clarke yang kemudian "ditinggalkan" nya setelah Annabel bertemu dengan Sophie. Kehadiran Sophie telah mengubah kehidupan Annabel, Dimana ada Sophie pasti ada Annabel, sampai suatu waktu dimana seluruh sekolah seakan "memusuhi" Annabel, yang ternyata berhubungan dengan Sophie. Keadaan ini membuat Annabel merasa terasingkan dan sendirian tanpa teman. 

Apa yang sesungguhnya terjadi sehingga Annabel merasa terasing? Bagaimana hubungan Annabel dengan kedua kakaknya?

My Opinion

Ahirnya saya baca juga buku dari Sarah Dessen, setelah beberapa lama pengen coba. Tapi karena banyak pro dan kontra soal buku-buku dari Sarah Dessen maka ahirnya saya memutuskan untuk mencoba dann menilai sendiri. Alasan saya memilih judul ini adalah karena ada salah satu booktuber yang ikuti yang menyarankan buku ini kalau ingin mencoba membaca karya Sarah Dessen. Dan karena ini baru buku pertama (saya ada satu lagi buku Sarah Dessen) yang saya baca jadi penilaian saya baru berdasarkan buku ini aja. 

Sebelumnya saya mau cerita dulu bagaimana saya bisa mendapatkan buku ini. Karena saran dari salah satu booktuber itu saya pun langsung semangat cari buku ini. Dan hasilnya out of stock disemua toko buku online yang saya cari. Sampai ahirnya saya nemu ada blogger yang lagi sale used book, salah duanya adalah buku dari Sarah Dessen. Ahirnyaaaaaaaa susah bener cari buku ini dan ketemu, walaupun second tapi kondisi masi oke dan gak nyesel belinya.

Yang jadi masalah kemudian adalah covernya..............
Luar biasa yah kenapa bisa begini, walaupun memang ada hubungannya sih sama ceritanya, tapi gak oke aja tampilannya. Pertama liat covernya kaya orang lagi depresi gitu bukan orang lagi dengan musik dari ipod. Dan ukuran bukunya juga lebih lebar dari buku umumnya. 

Buku ini ternyata tidak mengecewakan, cerita yang diangkat juga ternyata lumayan berbobot menurut saya. Annabel yang memiliki kepribadian yang kalo saya pikir agak nyebelin di satu sisi tapi di sisi lain saya ngerasa waktu saya seusia Annabel sometimes saya suka ngerasa apa yang Annabel rasain di buku ini. Buat saya Annabel adalah tipe orang yang ingin selalu menyenangkan dan tidak menyusahkan orang lain. 

Perubahan dari karakter-karakter nya diceritakan dengan mulus dan tanpa kita sadari makin lama karakter-karakter tersebut telah berkembang. Sepanjang membaca saya juga menebak-nebak apa yang terjadi dengan Sophie dan Annabel dan tebakan saya hampir benar :) 

Porsi cinta-cintaannya juga gak banyak, hanya secuil dan gak terlalu mengganggu. Kehadiran Owen Armstrong dalam kehidupan Annabel disaat semua orang mengucilkannya juga pas dan ga ada kesan dipaksakan.

Menurut saya endingnya yang agak kurang yah, sepanjang buku udah bagus pembangunan karakter, cerita, alur dan plotnya. Tapi buat saya ending nya, penyelesaian apa yang hadapai Annabel kok cuma gitu doank yah. Sempat saya mau kasih 4 bintang aja tapi ahirnya saya berbaik hati kasih 5 bintang, karena inti ceritanya bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar