Publisher : Balzer + Bray
Pages : 336
Rating : 3,5 - 4 / 5 stars
Synopsis
Molly dan Cassie adalah saudara kembar, namun keduanya memiliki perbedaan dimana Cassie merupakan gadis yg easy going dan supel sedangkan Molly yg digambarkan memiliki bentuk tubuh yg besar memiliki kecemasan dan tidak percaya diri.
Diceritakan selama hidupnya Molly telah naksir sekitar 26 cowok, tapi sampai saat ini belum ada yg menjadi pacarnya, bahkan di usia 17 tahun Molly belum pernah dicium cowok.gak penting juga kan ya
Saat Cassie punya pacar, Molly merasa kehilangan bahkan saat Cassie dan teman2nya ingin menjodohkan Molly dengan cowok yang ditaksirnya, Molly kurang bersemangat.
Sampai ketika Molly mulai bekerja dan bertemu dengan cowok baru.
My Review
Reading slump go away, hush hush....
Mungkin kalau kalian baca postingan saya sebelumnya, yang mana saya lagi baca buku A Long Way To a Small Angry Planet, itu belum berhasil saya selesaikan. Akhirnya saya mulai baca buku ini yang kayanya lebih ringan dan mudah ya.
Seperti yang saya tulis di sinopsis di atas, buku ini bercerita soal anak kembar Molly dan Cassie, bagaimana mereka melalui fase-fase percintaan di usia 17 tahun. Perlu saya informasikan kalo buku ini berisi karakter yang sangat beragam, kental sekali dengan kehidupan LGBTQ. Kalau kalian tidak tertarik dengan tema tersebut maka jauh-jauh dari buku ini.
Kenapa saya bilang kental dengan tema LGBTQ, karena Molly dan Cassie lahir dari pasangan lesbian yang menggunakan donor sperma untuk memiliki anak. Selain itu Cassie juga diceritakan sebagai lesbian. Pada buku ini juga ada karakter yang biseksual dan panseksual. Membaca buku ini saya jadi cari tahu arti dari istilah-istilah tersebut.
Saya selesai baca buku ini 2-3 hari kalo gak salah ya, lumayan cepat di saat lagi mengalami reading slump berkepanjangan. Karna ceritanya ringan, bacanya gak perlu mikir mudah dicerna.
Molly yang digambarkan sebagai cewek gemuk yang belum pernah pacaran, suka merasa minder diantara kembaran dan teman2nya yang sudah punya pacar. Dia merasa tidak percaya diri, namun yang saya suka baik Cassie sebagai kembarannya dan juga teman2nya tidak pernah mem-bully Molly, mereka justru mendukung Molly. Suka banget sama keluargan dan pertemanan di buku ini.
Kenapa saya kasi rating 3,5 - 4 karena saya juga bingung ya, terkadang saya suka terlalu gampang kasih rating karena suka kebawa hype dari suatu buku. Oleh karena itu menurut saya buku ini oke, tapi gak yang terlalu istimewa luar biasa gitu. Sukanya karena banyak nya perbedaan dalam buku ini, berkaitan dengan LGBTQ, perbedaan warna kulit dan juga ada unsur Asia dari salah satu karaternya. Jadi intinya gak melulu soal orang bule yang berkulit putih aja.
Tapi dari segi cerita gak terlalu istimewa, bahkan ada bagian yang saya kesel banget sama Molly yang suka langsung berprasangka akibat kurang nya percaya diri. Yang saya dapat dari buku ini adalah just wait for your time, atau semua akan indah pada waktunya. Jalanin aja kehidupan tanpa harus banding-bandingin sama kehidupan orang lain yg kita sendiri gak tau aslinya seperti apa. Lagian kita suka merasa paling merana di dunia ini padahal masalah yang kita hadapi belum seberapa dibandingkan orang lain.
Terima kasih untuk buku ini semoga reading slump saya segera berlalu.
Terima kasih untuk buku ini semoga reading slump saya segera berlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar